Minggu, 24 November 2013

jingga dalam elegi


Antara menyesal, namun juga tidak. Antara ingin tetap menjaga rahasia terbesarnya ini, namun juga ingin mengakui. Hanya agar jika dirinya letih sewaktu-waktu, tak perlu lagi berlari mencari tempat sembunyi. Agar teriak keputusasaannya terpahami. Agar rasa frustasinya dimengerti. Itu saja.

jingga dalam elegi


Antara menyesal, namun juga tidak. Antara ingin tetap menjaga rahasia terbesarnya ini, namun juga ingin mengakui. Hanya agar jika dirinya letih sewaktu-waktu, tak perlu lagi berlari mencari tempat sembunyi. Agar teriak keputusasaannya terpahami. Agar rasa frustasinya dimengerti. Itu saja.

Sabtu, 23 November 2013

aku, kamu, kita

Setelah hari itu, aku menghindari bertemu mata dengannya. Menghindari berbicara dengannya. Menghindari mendengar suaranya. Menghindari melihat wajahnya. Menghindari segala hal tentangnya. Kali ini bukan karena aku membencinya. Tetapi lebih karena jika semua itu tidak kuhindari, maka aku akan merasa jantungku berdetak lebih cepat, dan dadaku terasa sesak. Perasaan yang akhirnya aku tahu namanya CINTA.
It's You, It's You, It's You, I don't need anyone else, It's only You..!
Rasanya hati ini nyeri sekali membayangkan setiap hari akan melihat kedekatan mereka berdua di depan mataku.
Jujur, aku bahagia bisa mencintainya begitu lama. Bahkan aku berharap perasaan ini tetap ada selamanya. Walaupun seharusnya aku tahu harapan itu sebuah kesalahan. Karena, berani mencintai, berarti aku pun harus berani terluka.
 No matter how many times I stumble and fall. I'm standing like this, I only have one heart. When I tired you become my strength. My heart is towards you forever.. 
Penantian itu memang benar-benar menyiksa. Membuatku cemas dan galau dalam waktu bersamaan. Aku hanya bisa berharap pada Tuhan, sekali lagi, agar menjauhkannya jika dia bukan jodohku, dan mendekatkannya jika kami memang berjodoh.
Mungkin ia sebenarnya tak punya rasa apa-apa padaku. Hanya aku yang berharap lebih. Aku jelas sadar bahwa hatiku gerimis mendengarnya. Tapi aku harus ikhlas menerimanya. Aku tahu inilah jawaban Tuhan akan permintaanku. Aku hanya berharap si "Jodoh" dari surgaku datang dengan segera.
Hi, Belahan Jiwa! Apa kabar? Aku tak baik tanpa kamu di sini. Kehidupan rasanya agak buruk karena tak tahu siapa dirimu.

It's difficult wait for you. It's hard to find you. Where are you my half? I really want you....Begini lelah rasanya menanti sosok si belahan jiwa. Kenapa begitu banyak waktu yang harus kulewati sebelum menemukannya?

DREAM......

Jika kita mempunyai mimpi yang harus kita lakukan adalah memejamkan mata. Dengan begitu apapun pendapat orang lain tentang mimpi kita itu tidak penting lagi. Karena yang kita hadapi hanyalah diri kita sendiri dan mimpi kita. Ibarat menerjang badai hanya dengan menggunakan sebuah paying kecil, kita harus bisa menggunakan bakat kecil kita untuk menaklukkan mimpi yang besar. Untuk bermimpi tidak harus memiliki bakat, hanya cukup memiliki keberanian…….

tahu diri....

Hai….. selamat bertemu lagi…. Aku sudah lama menghindarimu, sialkulah kau ada disini…
Sungguh tak mudah bagiku…. Rasanya tak ingin bernafas lagi tegak berdiri di depanmu kini…
Sakitnya menusuki jantung ini, melawan cinta yang ada dihati…
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil bila kau muncul terus begini tanpa pernah kita bisa bersama… pergilah… menghilang sajalah lagi…

Bye…. Selamat berpisah lagi……
Meski masih ingin memandingimu lebih baik kau tiada disini…
Sungguh takmudah bagiku menghentikan segala khayalan gila jika kau ada dan kucuma bisa meradang menjadi yang disisi mu membenci nasibku yang tak berubah…..

Berkali kali aku telah berjanji menyerah…….

jingga dalam elegi

Ada banyak hal didunia ini yang ingin kita lupakan tapi tidak bisa, ada banyak hal yang ingin kita hindari didunia ini tapi tidak bisa. Yang kita bisa hanya berlari menjauh sebentar atau melupakan untuk sementara. Tapi bukan berarti selalu mencoba untuk melupakan atau selalu mencoba berlari, hanya saat lelah saja. Tapi rasanya lebih banyak lelahnya dibandingkan enggaknya. Ibarat berangkat perang 24 jam, bukan hanya capek fisik tapi juga pikiran dan batin. Hidup Cuma bisa menyanyikan satu lagu untukku,ELEGI, kadang aku mempunyai kekuatan untuk  mendengar itu kadang tidak, tapi hidup terus menyanyikannya tidak  peduli aku sekarat mendengar itu. Andai bisa menghadapi ini bersama-sama, pasti tidak akan terasa sangat menyakitkan, setidaknya kita sama sama memiliki tangan untuk  digenggam. Tapi kita memilih menghadapi ini sendirian dan mencoba bertahan.
Dulu aku sering berdoa untuk mengembalikan semuanya seperti semula, tapi sekarang yang aku inginkan hanya bahagia tidak peduli alasannya apa tanpa alasan juga boleh…..

Tuhan… apa ini masih berlebihan????

Firasat

"...Aku teringat detik-detik yang kugenggam. Hangat senyumnya, napasnya, tubuhnya, dan hujan ini mengguyur semua hangat itu, menghanyutkannya bersama air sungai, bermuara entah ke mana. Hujan mendobrak paksa genggamanku dan merampas milikku yang paling berharga. Hujan bahkan membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis. Aku tidak ingin menangis. Aku hanya ingin ia pulang. Cepat pulang. Jangan pergi lagi."