“Antara menyesal, namun juga tidak. Antara ingin tetap menjaga rahasia terbesarnya ini, namun juga ingin mengakui. Hanya agar jika dirinya letih sewaktu-waktu, tak perlu lagi berlari mencari tempat sembunyi. Agar teriak keputusasaannya terpahami. Agar rasa frustasinya dimengerti. Itu saja.”
my journey
Minggu, 24 November 2013
jingga dalam elegi
“Antara menyesal, namun juga tidak. Antara ingin tetap menjaga rahasia terbesarnya ini, namun juga ingin mengakui. Hanya agar jika dirinya letih sewaktu-waktu, tak perlu lagi berlari mencari tempat sembunyi. Agar teriak keputusasaannya terpahami. Agar rasa frustasinya dimengerti. Itu saja.”
Sabtu, 23 November 2013
aku, kamu, kita
Setelah hari itu,
aku menghindari bertemu mata dengannya. Menghindari berbicara dengannya.
Menghindari mendengar suaranya. Menghindari melihat wajahnya. Menghindari
segala hal tentangnya. Kali ini bukan karena aku membencinya. Tetapi lebih
karena jika semua itu tidak kuhindari, maka aku akan merasa jantungku berdetak
lebih cepat, dan dadaku terasa sesak. Perasaan yang akhirnya aku tahu namanya
CINTA.
It's You, It's
You, It's You, I don't need anyone else, It's only You..!
Rasanya hati ini
nyeri sekali membayangkan setiap hari akan melihat kedekatan mereka berdua di
depan mataku.
Jujur, aku bahagia
bisa mencintainya begitu lama. Bahkan aku berharap perasaan ini tetap ada
selamanya. Walaupun seharusnya aku tahu harapan itu sebuah kesalahan. Karena,
berani mencintai, berarti aku pun harus berani terluka.
No matter how many times I stumble and fall.
I'm standing like this, I only have one heart. When I tired you become my
strength. My heart is towards you forever..
Penantian itu
memang benar-benar menyiksa. Membuatku cemas dan galau dalam waktu bersamaan.
Aku hanya bisa berharap pada Tuhan, sekali lagi, agar menjauhkannya jika dia
bukan jodohku, dan mendekatkannya jika kami memang berjodoh.
Mungkin ia
sebenarnya tak punya rasa apa-apa padaku. Hanya aku yang berharap lebih. Aku
jelas sadar bahwa hatiku gerimis mendengarnya. Tapi aku harus ikhlas
menerimanya. Aku tahu inilah jawaban Tuhan akan permintaanku. Aku hanya
berharap si "Jodoh" dari surgaku datang dengan segera.
Hi, Belahan Jiwa!
Apa kabar? Aku tak baik tanpa kamu di sini. Kehidupan rasanya agak buruk karena
tak tahu siapa dirimu.
It's difficult
wait for you. It's hard to find you. Where are you my half? I really want
you....Begini lelah rasanya menanti sosok si belahan jiwa. Kenapa begitu banyak
waktu yang harus kulewati sebelum menemukannya?
DREAM......
Jika kita mempunyai mimpi yang harus kita lakukan adalah
memejamkan mata. Dengan begitu apapun pendapat orang lain tentang mimpi kita
itu tidak penting lagi. Karena yang kita hadapi hanyalah diri kita sendiri dan
mimpi kita. Ibarat menerjang badai hanya dengan menggunakan sebuah paying
kecil, kita harus bisa menggunakan bakat kecil kita untuk menaklukkan mimpi
yang besar. Untuk bermimpi tidak harus memiliki bakat, hanya cukup memiliki
keberanian…….
tahu diri....
Hai….. selamat bertemu lagi…. Aku sudah lama menghindarimu,
sialkulah kau ada disini…
Sungguh tak mudah bagiku…. Rasanya tak ingin bernafas lagi
tegak berdiri di depanmu kini…
Sakitnya menusuki jantung ini, melawan cinta yang ada
dihati…
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil bila kau muncul
terus begini tanpa pernah kita bisa bersama… pergilah… menghilang sajalah lagi…
Bye…. Selamat berpisah lagi……
Meski masih ingin memandingimu lebih baik kau tiada disini…
Sungguh takmudah bagiku menghentikan segala khayalan gila
jika kau ada dan kucuma bisa meradang menjadi yang disisi mu membenci nasibku
yang tak berubah…..
Berkali kali aku telah berjanji menyerah…….
jingga dalam elegi
Ada banyak hal didunia ini yang ingin kita lupakan tapi
tidak bisa, ada banyak hal yang ingin kita hindari didunia ini tapi tidak bisa.
Yang kita bisa hanya berlari menjauh sebentar atau melupakan untuk sementara.
Tapi bukan berarti selalu mencoba untuk melupakan atau selalu mencoba berlari,
hanya saat lelah saja. Tapi rasanya lebih banyak lelahnya dibandingkan
enggaknya. Ibarat berangkat perang 24 jam, bukan hanya capek fisik tapi juga
pikiran dan batin. Hidup Cuma bisa menyanyikan satu lagu untukku,ELEGI, kadang
aku mempunyai kekuatan untuk mendengar
itu kadang tidak, tapi hidup terus menyanyikannya tidak peduli aku sekarat mendengar itu. Andai bisa
menghadapi ini bersama-sama, pasti tidak akan terasa sangat menyakitkan,
setidaknya kita sama sama memiliki tangan untuk
digenggam. Tapi kita memilih menghadapi ini sendirian dan mencoba
bertahan.
Dulu aku sering berdoa untuk mengembalikan semuanya seperti
semula, tapi sekarang yang aku inginkan hanya bahagia tidak peduli alasannya
apa tanpa alasan juga boleh…..
Tuhan… apa ini masih berlebihan????
Firasat
"...Aku teringat detik-detik yang kugenggam. Hangat
senyumnya, napasnya, tubuhnya, dan hujan ini mengguyur semua hangat itu,
menghanyutkannya bersama air sungai, bermuara entah ke mana. Hujan mendobrak
paksa genggamanku dan merampas milikku yang paling berharga. Hujan bahkan
membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis. Aku tidak
ingin menangis. Aku hanya ingin ia pulang. Cepat pulang. Jangan pergi
lagi."
Langganan:
Postingan (Atom)