Setelah hari itu,
aku menghindari bertemu mata dengannya. Menghindari berbicara dengannya.
Menghindari mendengar suaranya. Menghindari melihat wajahnya. Menghindari
segala hal tentangnya. Kali ini bukan karena aku membencinya. Tetapi lebih
karena jika semua itu tidak kuhindari, maka aku akan merasa jantungku berdetak
lebih cepat, dan dadaku terasa sesak. Perasaan yang akhirnya aku tahu namanya
CINTA.
It's You, It's
You, It's You, I don't need anyone else, It's only You..!
Rasanya hati ini
nyeri sekali membayangkan setiap hari akan melihat kedekatan mereka berdua di
depan mataku.
Jujur, aku bahagia
bisa mencintainya begitu lama. Bahkan aku berharap perasaan ini tetap ada
selamanya. Walaupun seharusnya aku tahu harapan itu sebuah kesalahan. Karena,
berani mencintai, berarti aku pun harus berani terluka.
No matter how many times I stumble and fall.
I'm standing like this, I only have one heart. When I tired you become my
strength. My heart is towards you forever..
Penantian itu
memang benar-benar menyiksa. Membuatku cemas dan galau dalam waktu bersamaan.
Aku hanya bisa berharap pada Tuhan, sekali lagi, agar menjauhkannya jika dia
bukan jodohku, dan mendekatkannya jika kami memang berjodoh.
Mungkin ia
sebenarnya tak punya rasa apa-apa padaku. Hanya aku yang berharap lebih. Aku
jelas sadar bahwa hatiku gerimis mendengarnya. Tapi aku harus ikhlas
menerimanya. Aku tahu inilah jawaban Tuhan akan permintaanku. Aku hanya
berharap si "Jodoh" dari surgaku datang dengan segera.
Hi, Belahan Jiwa!
Apa kabar? Aku tak baik tanpa kamu di sini. Kehidupan rasanya agak buruk karena
tak tahu siapa dirimu.
It's difficult
wait for you. It's hard to find you. Where are you my half? I really want
you....Begini lelah rasanya menanti sosok si belahan jiwa. Kenapa begitu banyak
waktu yang harus kulewati sebelum menemukannya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar