Sabtu, 23 November 2013

aku, kamu, kita

Setelah hari itu, aku menghindari bertemu mata dengannya. Menghindari berbicara dengannya. Menghindari mendengar suaranya. Menghindari melihat wajahnya. Menghindari segala hal tentangnya. Kali ini bukan karena aku membencinya. Tetapi lebih karena jika semua itu tidak kuhindari, maka aku akan merasa jantungku berdetak lebih cepat, dan dadaku terasa sesak. Perasaan yang akhirnya aku tahu namanya CINTA.
It's You, It's You, It's You, I don't need anyone else, It's only You..!
Rasanya hati ini nyeri sekali membayangkan setiap hari akan melihat kedekatan mereka berdua di depan mataku.
Jujur, aku bahagia bisa mencintainya begitu lama. Bahkan aku berharap perasaan ini tetap ada selamanya. Walaupun seharusnya aku tahu harapan itu sebuah kesalahan. Karena, berani mencintai, berarti aku pun harus berani terluka.
 No matter how many times I stumble and fall. I'm standing like this, I only have one heart. When I tired you become my strength. My heart is towards you forever.. 
Penantian itu memang benar-benar menyiksa. Membuatku cemas dan galau dalam waktu bersamaan. Aku hanya bisa berharap pada Tuhan, sekali lagi, agar menjauhkannya jika dia bukan jodohku, dan mendekatkannya jika kami memang berjodoh.
Mungkin ia sebenarnya tak punya rasa apa-apa padaku. Hanya aku yang berharap lebih. Aku jelas sadar bahwa hatiku gerimis mendengarnya. Tapi aku harus ikhlas menerimanya. Aku tahu inilah jawaban Tuhan akan permintaanku. Aku hanya berharap si "Jodoh" dari surgaku datang dengan segera.
Hi, Belahan Jiwa! Apa kabar? Aku tak baik tanpa kamu di sini. Kehidupan rasanya agak buruk karena tak tahu siapa dirimu.

It's difficult wait for you. It's hard to find you. Where are you my half? I really want you....Begini lelah rasanya menanti sosok si belahan jiwa. Kenapa begitu banyak waktu yang harus kulewati sebelum menemukannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar